Hedonisme: Life Guilty Pleasure

 

(Fypofnazirasyhraa.com – 16/04/2022) Hedon berasal dari Bahasa Yunani yang berarti kesenangan. Secara naluriah manusia adalah makhluk yang selalu akan mengharapkan kesenangan, akan tetapi naluri itulah yang akan menjebak kita dalam gaya hidup hedonisme. Ingat, kesenangan akan selalu beriringan dengan penderitaan. Namun, apakah memiliki sifat hedonis selalu akan berakhir dengan penderitaan? Yuk, kenali arti makna hedonis berikut!

Gaya hidup seseorang atau sekelompok orang adalah tentang bagaimana kehidupan sosial, kebiasaan, perilaku, minat dan kondisi hidup yang menjadi ciri khas mereka atau yang dipilih oleh mereka. Glamour dapat digambarkan oleh seseorang atau sesuatu yang tampil menarik, menggairahkan, atau memiliki nilai tersendiri daripada orang atau benda biasa. Gaya hidup Hedonisme dikenal sebagai sifat menghambur-hamburkan uang demi kesenangan sesaat. Gaya hidup ini merupakan salah satu gaya hidup yang kurang baik. Contoh gaya hidup hedon adalah dengan berbelanja secara boros dengan mengutamakan keinginan daripada kebutuhan. Tentu saja hal ini harus dihindari karena akan menyebabkan kerugian pada diri kamu dikemudian hari.

Menurut para ahli, hedonisme adalah representasi dari keberadaan manusia di dunia, bukan makna yang menggambarkan perilaku negatif. Hedonisme tidak hanya berfokus pada kesenangan dan kepuasan fisik, tetapi juga pemenuhan jiwa spiritual pada diri manusia. Sehingga manusia mendapatkan kenikmatan fisik dan kebebasan jiwa dari kecemasan. Namun, saat ini banyak orang yang terlena dengan kesenangan dan kebahagiaan yang berlebihan sehingga terjerumus ke dalam gaya hidup hedonis. Bahkan demi kepuasan semata manusia rela untuk mengorbankan segalanya, padahal dampak hedonisme bisa berakibat fatal terutama dari segi finansial.

Manusia yang memiliki gaya hidup hedon tidak semata-mata selalu ingin menunjukkan kekayaan yang mereka miliki. Perilaku tersebut pasti muncul dari berbagai faktor kehidupan yang ada. Beberapa faktor yang menyebabkan gaya hidup hedon berasal dari; Faktor keluarga yaitu orang yang terlahir dari keluarga yang terbiasa dengan kemewahan, sehingga ia akan tumbuh dengan gaya hidup hedon yang sudah ia nikmati dari kekayaan keluarganya. Faktor pribadi yaitu perilaku yang muncul dari keinginan diri pelaku yang ingin mendapatkan kesenangan, namun karena tidak bisa mengontrol hal tersebut membuatnya terjerumus pada gaya hidup hedonisme. Faktor lingkungan sosial yaitu faktor eksternal yang menyebabkan gaya hidup hedonisme, berada di lingkungan orang-orang yang senang menghamburkan uang tidak menutup kemungkinan untuk kamu terpengaruh melakukan hal yang sama.

Maka dari itu sebisa mungkin lebih baik hindari gaya hidup hedonis. Mulai dari merubah mindset yang konsumtif menjadi produktif sehingga kamu bisa mempertimbangkan kerugian dan keuntungan yang akan kamu dapatkan di masa yang akan datang. Mengapresiasi diri sendiri memang baik untuk kesehatan jiwa namun, apapun yang dilakukan secara berlebihan akan selalu berujung pada hal yang tidak baik. Kita harus menerima bahwa pada dasarnya hidup tidak selalu tentang kebahagiaan yang didapatkan dari hal-hal berbau kemewahan. Hal sederhana yang kita lakukan bisa membuat hidup lebih tenang dan selalu merasa cukup. Jadi, sebisa mungkin hindari gaya hidup hedonisme ya!

 

-JR-

Sumber Foto:

https://www.moneytalksnews.com/top-picks-from-walmart-summer-clothing-sale/#.XTR3Y8_V8GI.pinterest

 

 

 

 

 

 

 

Komentar

Postingan Populer